Rabu, 22 November 2017

Skripsweat or Skripsweet


“Make your visions becomes more clear so that your fears become irrelevant.”

Credit : Adi Sumaryadi






Skripsi. Satu kata yang paling mendefinisikan masa skripsi adalah ‘stress’ alias tekanan. Masa yang bikin lo nyetel murottal sebelum ketemu dosen pembimbing, terus berubah jadi ballad lovers setelah ketemu dosbing. Ya, gara-gara satu lagi hal nyebelin yang musti ada. Revisi.

Skripsi itu sulit, bikin capek, bikin stress, boring, jenuh level ga tau lagi. Iya, bener kok. Ini gue nulis juga pas mood lagi serendah-rendahnya meskipun gue udah boost semangat waktu nginget bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya. Justru manusianya yang malah males-malesan kan? Persis gue.

Gue masih inget bertahun-tahun yang lalu pas zaman maba alias mahasiswa baru, banyak mas-mbak tingkat yang lagi skripsi pada ngeluh tentang betapa sulitnya bikin skripsi. Mulai dari nentukan judul, bikin proposal penelitian, nyusun instrument, penelitian skripsi, apalagi garap bab pembahasan. Masya Allah gak bisa terbayang rasanya. Belum lagi cerita dosbing sulit ditemui. Mikir ngejalanin semester demi semester, sks demi sks aja gak sanggup.

But here I am … sedang nyusun instrument meski diburu rasa kalut dan pikiran yang ruwet. Semua semester-semester mengerikan itu sudah lewat and I can say that my scores are good enough.

How? I’m just make my visions becomes more clear so that my fears become irrelevant.

Sama seperti saat ini, gue kembali mengingat seberapa jauh gue berlari di atas kerikil tajam bertelanjang kaki. Mengingat bagaimana perihnya darah dan air mata yang menjadi satu di masa lalu. Enough, it’s enough to make an excuse.

Sadar gak sih, keluhan yang selalu muncul dari pikiran kita: kenapa sih hari-hariku terasa semakin berat? Kenapa cobaan dan ujian rasanya semakin menyesakkan?

Jawabannya, ya karena itu supaya kita bisa naik level. Grow up, baby. Kalau lo ga mau bersusah-susah naik ke tingkat yang lebih tinggi which is lo milih ndolosoran menikmati zona nyaman di level yang itu-itu aja, kapan lo berkembangnya? Sampai kapan mau stuck disana? Move On!

Skripsweat or Skripsweet. Skripsweat for now, I guess. But yes it feels sweet sometimes.

Buat para pejuang skripsi, tetep semangat. Sesulit apapun itu, selama kita mau mengerahkan daya juang kita yang luar biasa dan diiringi doa yang gak kalah luar biasa, insyaAllah pasti menemukan hasil yang indah. Be grateful. Inget, gak semua orang dapet kesempatan buat nyicipin bangku kuliah, ngerasain asem manis jadi mahasiswa trus dicekoki pahitnya masa-masa revisi. Tapi.. endingnya, bayangkan kalian dengan bangga bertoga lalu berpose riang bersama keluarga dan temen-temen kece.

Buat mahasiswa yang masih dalam perjalanan tengah semester, do your best. Meskipun ada saat dimana kalian menyesal seolah belum melakukan yang terbaik di semester yang lalu, let it go! Don’t living in the past. Past is past. Satu-satunya yang mampu kita ubah adalah masa kini. Lakukan yang terbaik pada apapun yang harus kamu lakukan saat ini. Jangan biarkan masa lalu lo membawa ketidakpedean, insecure dan menjadi penghambat. Jadikan ia sisa badai yang cukup jadi pelajaran bagi lo.

Well, supaya tulisan kali ini lebih berfaedah, gue tulis beberapa tips supaya skripsweat bisa segera blooms to skripsweet. Begitu juga kalian maba-maba yang mungkin lagi ngalamin shock karena terapi dunia perkuliahan yang gak sama dengan masa putih abu-abu.

Tips skripsweat to skripsweet:

1.      Pray

It’s a must. Tingkatkan kualitas ibadah dan intensitas berdoa supaya dimudahkan segala urusan kita oleh Allah. Jangan lupa untuk selalu menghubungi orang tua dan keluarga serta menjaga hubungan baik dengan orang lain. Inget tuh, kalau kita meringankan urusan orang lain, niscaya Allah akan meringankan urusan kita.

2.      Positivity

Selalu berpikir positif. Seburuk apapun keadaan kita, yakinlah akan ada titik terang setelah kita berusaha berdoa dan berpikir jernih. Selain itu, kita juga perlu melakukan banyak hal positif. Misalnya sedekah, banyak nonton ceramah agama, dll.

3.      Make your visions becomes more clear so that your fears become irrelevant

Siapkan buku agenda atau note kecil. Tulis hal rinci mengenai to-do list serta plan kerja yang akan dilakukan. Tulis serinci mungkin sehingga setelah tulisan itu selesai, you can easily take a deep breath. Perencanaan yang baik itu 50% bantuan untuk otak bekerja dengan baik dan sistematis.

4.      Good partner

Having a good partner is gold. Partner ya bukan dalam artian pacar. Partner disini biasanya adalah temen seperjuangan skripsi, satu asuhan dosbing. Temen berburu jurnal, termen ruwet nyusun instrument sampe temen ngelembur di perpus. That’s it.
Carilah temen yang selalu ikut saling memotivasi waktu lagi males-malesnya, juga temen yang ikut ngingetin kita soal deadline tugas. Jangan sampai salah memilih partner loh ya.









Selamat berjuang J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar