“Make your visions becomes more clear so that your fears become irrelevant.”
![]() |
| Credit : Adi Sumaryadi |
Skripsi.
Satu kata yang paling mendefinisikan masa skripsi adalah ‘stress’ alias
tekanan. Masa yang bikin lo nyetel murottal sebelum ketemu dosen pembimbing,
terus berubah jadi ballad lovers setelah ketemu dosbing. Ya, gara-gara satu
lagi hal nyebelin yang musti ada. Revisi.
Skripsi
itu sulit, bikin capek, bikin stress, boring, jenuh level ga tau lagi. Iya,
bener kok. Ini gue nulis juga pas mood lagi serendah-rendahnya meskipun gue
udah boost semangat waktu nginget bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah
dengan sebaik-baiknya. Justru manusianya yang malah males-malesan kan? Persis
gue.
Gue
masih inget bertahun-tahun yang lalu pas zaman maba alias mahasiswa baru,
banyak mas-mbak tingkat yang lagi skripsi pada ngeluh tentang betapa sulitnya
bikin skripsi. Mulai dari nentukan judul, bikin proposal penelitian, nyusun instrument,
penelitian skripsi, apalagi garap bab pembahasan. Masya Allah gak bisa
terbayang rasanya. Belum lagi cerita dosbing sulit ditemui. Mikir ngejalanin
semester demi semester, sks demi sks aja gak sanggup.
But
here I am … sedang nyusun instrument meski diburu rasa kalut dan pikiran yang
ruwet. Semua semester-semester mengerikan itu sudah lewat and I can say that my
scores are good enough.
How?
I’m just make my visions becomes more clear so that my fears become irrelevant.
Sama
seperti saat ini, gue kembali mengingat seberapa jauh gue berlari di atas kerikil
tajam bertelanjang kaki. Mengingat bagaimana perihnya darah dan air mata yang
menjadi satu di masa lalu. Enough, it’s enough to make an excuse.
Sadar
gak sih, keluhan yang selalu muncul dari pikiran kita: kenapa sih hari-hariku
terasa semakin berat? Kenapa cobaan dan ujian rasanya semakin menyesakkan?
Jawabannya,
ya karena itu supaya kita bisa naik level. Grow up, baby. Kalau lo ga mau
bersusah-susah naik ke tingkat yang lebih tinggi which is lo milih ndolosoran
menikmati zona nyaman di level yang itu-itu aja, kapan lo berkembangnya? Sampai
kapan mau stuck disana? Move On!
Skripsweat or Skripsweet. Skripsweat for now, I guess. But yes it feels sweet sometimes.
Buat
para pejuang skripsi, tetep semangat. Sesulit apapun itu, selama kita mau
mengerahkan daya juang kita yang luar biasa dan diiringi doa yang gak kalah
luar biasa, insyaAllah pasti menemukan hasil yang indah. Be grateful. Inget,
gak semua orang dapet kesempatan buat nyicipin bangku kuliah, ngerasain asem
manis jadi mahasiswa trus dicekoki pahitnya masa-masa revisi. Tapi.. endingnya,
bayangkan kalian dengan bangga bertoga lalu berpose riang bersama keluarga dan
temen-temen kece.
Buat
mahasiswa yang masih dalam perjalanan tengah semester, do your best. Meskipun
ada saat dimana kalian menyesal seolah belum melakukan yang terbaik di semester
yang lalu, let it go! Don’t living in the past. Past is past. Satu-satunya yang
mampu kita ubah adalah masa kini. Lakukan yang terbaik pada apapun yang harus
kamu lakukan saat ini. Jangan biarkan masa lalu lo membawa ketidakpedean,
insecure dan menjadi penghambat. Jadikan ia sisa badai yang cukup jadi pelajaran
bagi lo.
Well,
supaya tulisan kali ini lebih berfaedah, gue tulis beberapa tips supaya skripsweat
bisa segera blooms to skripsweet. Begitu juga kalian maba-maba yang mungkin
lagi ngalamin shock karena terapi dunia perkuliahan yang gak sama dengan masa
putih abu-abu.
Tips skripsweat to skripsweet:
1.
Pray
It’s a must. Tingkatkan kualitas ibadah
dan intensitas berdoa supaya dimudahkan segala urusan kita oleh Allah. Jangan
lupa untuk selalu menghubungi orang tua dan keluarga serta menjaga hubungan
baik dengan orang lain. Inget tuh, kalau kita meringankan urusan orang lain,
niscaya Allah akan meringankan urusan kita.
2.
Positivity
Selalu berpikir positif. Seburuk apapun
keadaan kita, yakinlah akan ada titik terang setelah kita berusaha berdoa dan
berpikir jernih. Selain itu, kita juga perlu melakukan banyak hal positif.
Misalnya sedekah, banyak nonton ceramah agama, dll.
3.
Make your visions becomes more clear so that your
fears become irrelevant
Siapkan buku agenda atau note kecil.
Tulis hal rinci mengenai to-do list serta plan kerja yang akan dilakukan. Tulis
serinci mungkin sehingga setelah tulisan itu selesai, you can easily take a
deep breath. Perencanaan yang baik itu 50% bantuan untuk otak bekerja dengan
baik dan sistematis.
4.
Good partner
Having
a good partner is gold. Partner ya
bukan dalam artian pacar. Partner disini biasanya adalah temen seperjuangan
skripsi, satu asuhan dosbing. Temen berburu jurnal, termen ruwet nyusun
instrument sampe temen ngelembur di perpus. That’s it.
Carilah temen yang selalu ikut saling memotivasi
waktu lagi males-malesnya, juga temen yang ikut ngingetin kita soal deadline
tugas. Jangan sampai salah memilih partner loh ya.
Selamat berjuang J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar